Home / Berita / Tiga Rider Spanyol Nyatakan Dukungan Moral untuk Romano Fenati

Tiga Rider Spanyol Nyatakan Dukungan Moral untuk Romano Fenati

Tak selamanya Spanyol dan Italia menjadi musuh bebuyutan di dalam dunia balap motor. Tiga pembalap Spanyol di arena Grand Prix menyatakan dukungan moral untuk rider Italia, Romano Fenati yang akhir pekan lalu tersandung kontroversi yang juga melibatkan rider Forward Racing, Stefano Manzi.

Fenati diketahui melakukan tindakan berbahaya kepada Manzi di pertengahan balap Moto2 Misano, San Marino usai terjadi dua kali senggolan. Dengan amarah yang memuncak, Fenati segera mengejar dan mencengkeram rem depan motor Manzi saat keduanya melaju di kecepatan 200 km/jam.

Akibat ulahnya ini, Fenati mendapat ganjaran bertubi-tubi. Ia mendapat bendera hitam dan diskualifikasi dari balapan, serta mendapat larangan dua kali balapan. Ia juga langsung dipecat oleh Marinelli Snipers Team, dan kontraknya dengan Forward Racing dan MV Agusta untuk musim depan segera dibatalkan.

Tak hanya itu, lisensi balap milik rider berusia 22 tahun tersebut dicabut oleh Federasi Balap Motor Italia (FMI) dan mendapat panggilan dari Federasi Balap Motor Internasional (FIM) untuk mendiskusikan maksud dari ulahnya. Fenati pun mengaku tak lagi berniat kembali balapan, dan bertekad fokus menyelesaikan pendidikan.

Dukungan dari Sang Rival

Pembalap Estrella Galicia 0,0 Marc VDS Moto2, Joan Mir merupakan salah satu pembalap yang ‘berani’ menyuarakan dukungan moralnya untuk Fenati, ketika mayoritas orang justru mengecam dan berharap Fenati dilarang kembali turun lintasan untuk selamanya.

Uniknya, Mir dan Fenati merupakan rival sengit saat memperebutkan gelar dunia Moto3 tahun lalu, namun Mir memilih mengesampingkan rivalitas mereka. “Hai, @fennyfive, di GP Misano baru-baru ini, kau melakukan kesalahan besar dengan meletakkan hidup seorang kawan dalam bahaya. Aksi ini tak sepadan untuk dilakukan oleh rider sepertimu, dan jelas kau layak mendapat hukuman berat,” tulis Mir dalam Instagram-nya (@joanmir36official)

“Tahun lalu, kau adalah rival yang sangat hebat dan kau membuatku tampil mencapai limit sepanjang musim. Kita menjalani ribuan pertarungan, tapi kau selalu berlaku seperti pembalap dan atlet yang hebat di lintasan. Kita kerap kali bertemu di podium, dan aku menghormatimu karena kau tak hanya berhati besar dalam kemenangan, tapi juga dalam kekalahan,” lanjut pembalap Spanyol berusia 20 tahun ini.

“Kurasa kau orang yang baik. Jangan menyerah, dan berjuanglah demi masa depanmu sebagai pembalap. Setiap orang layak mendapat kesempatan kedua dan bahkan ketiga. Berusahalah mengatasi karakter impulsifmu yang kadang justru mengkhianati dan mengecohmu. Dan kembalilah ke lintasan sebagai rider yang hebat seperti dirimu selama ini. Masih ada ribuan pertarungan lagi yang akan kita jalani,” tutup rider yang akan membela Suzuki Ecstar MotoGP tahun depan ini.

‘Pembalap Harus Saling Dukung’

'Pembalap Harus Saling Dukung'

Pembalap Angel Nieto Team MotoGP, Alvaro Bautista merupakan salah satu pembalap yang meninggalkan komentar sepakat dalam unggahan Mir di Instagram. Kepada Marca, juara dunia GP125 2006 ini juga mengecam tindakan Fenati, namun yakin Fenati harus mendapat dukungan moral dan bahkan kesempatan sekali lagi untuk kembali ke lintasan.

“Sungguh disayangkan. Entah apa yang dipikirkan Fenati, karena bagaimana pun kerasnya aksi salip, aksi macam itu seharusnya tak dilakukan. Ia akhirnya menyadari bahwa itu bukan tindakan yang benar dan aksinya membuat orang lain dalam bahaya. Harusnya ia berpikir lebih dulu. Saya rasa hal macam ini tak layak dibicarakan dalam dunia balap motor,” ujarnya.

“Kesempatan tak hanya harus diberikan kepada pembalap, tapi kepada manusia. Sudah jelas bahwa pembalap harus mendukung satu sama lain. Saya paham bahwa Joan memberikan dukungan karena mereka bertarung bersama, tapi aksi Fenati sudah di luar batas dan tak terkendali. Apa yang dilakukan Joan sangatlah baik,” ungkap Bautista, yang akan hijrah ke WorldSBK musim depan.

Fenati Butuh Bantuan Psikis

Fenati Butuh Bantuan Psikis

Juara dunia Moto2 2010, Toni Elias melontarkan komentar senada. Rider Spanyol ini pernah mengalami insiden serupa, yakni saat dirinya mengalami cekcok dengan Fonsi Nieto pada 2004 silam. “Saat itu saya ingin membunuhnya. Saya sangat marah. Tapi hingga kini, kami masih berteman,” ungkapnya kepada Marca.

“Apa yang dilakukan Fenati bukanlah aksi bertahan, justru berbahaya dan tak boleh dilakukan. Atas alasan itulah larangan dua kali balap dijatuhkan demi menghukumnya. Ia sudah mendapatkan penalti dan tak mendapatkan poin. Tapi menghancurkan karier olahraga seseorang dengan cara memutus kontraknya yang sekarang dan kontraknya di masa depan rasanya berlebihan,” ungkap Elias.

“Romano masih muda dan ia harus belajar. Ini adalah bukti bahwa dirinya punya masalah dalam pengendalian diri, tapi harusnya ia ditolong. Ia harus mendapat pertolongan dari psikolog atau ‘pelatih’ untuk mencari tahu cara mengendalikan sifat impulsif di atas motor,” pungkas rider yang saat ini turun di kejuaraan MotoAmerica tersebut.

About asiagol

Check Also

Bintang Timnas Indonesia Absen Latihan Persipura, Ini Alasannya

INDOSPORT.COM,- Kapten Persipura Jayapura, Boaz Solossa dan rekannya, Ricardo Salampessy tak bergabung bersama timnya dalam ...