Home / Berita / Konflik Internal di Yamaha Buat Vinales Kian Terpuruk?

Konflik Internal di Yamaha Buat Vinales Kian Terpuruk?

Sudah setahun tak meraih kemenangan, serta dirundung masalah teknis pada motor YZR-M1, masalah baru menimpa pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales. Konflik internal dengan sang crew chief, Ramon Forcada kian memanas dan diyakini berpengaruh besar pada performanya di sela pekan balap MotoGP Ceko.

Forcada, yang menolak ajakan Jorge Lorenzo pindah ke Ducati Corse pada awal 2017, memilih bertahan di Yamaha demi bekerja sama dengan darah muda seperti Vinales. Sayang, mereka hanya mampu meraih tiga kemenangan hingga kini, dan gosip bahwa Vinales ingin mendepaknya mulai terdengar akhir tahun lalu.

Secara mengejutkan, di sela MotoGP Ceko pekan lalu Vinales mengaku kepada Movistar dirinya akan berhenti bekerja sama dengan Forcada pada akhir musim nanti, dan kembali bekerja sama dengan Esteban Garcia, crew chief yang membantunya merebut gelar dunia Moto3 2013 dan kini tengah menjabat sebagai crew chief Bradley Smith di KTM.

Bikin Kaget Forcada

Bikin Kaget Forcada

Forcada, yang pernah membimbing Lorenzo di Yamaha dan merebut tiga gelar dunia MotoGP, mengaku cukup kaget atas pernyataan Vinales ini. Pria Spanyol ini mengaku mengetahui keputusan ini hanya lewat para petinggi Yamaha, dan Vinales tak pernah mengajaknya bicara baik-baik secara empat mata.

“Yamaha memberitahu saya beberapa hari lalu,” ujar Forcada kepada Movistar pada Jumat (3/8). “Tapi si pembalap (Vinales) belum mengatakan apa pun, tak sepatah kata pun. Mereka bilang ada pilihan lain (crew chieflain) dan mereka tengah mencari solusi. Anda tanya saja dia. Dari dia, belum ada pembicaraan apa pun. ”

Forcada juga mengaku selama ini Vinales tak pernah mengeluh atau menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. “Selama ini tak ada masalah. Tapi apakah semua normal saja? Bagi para mekanik, tim kami berfungsi seperti biasa. Saya sudah di sini 11 tahun dan kami belum mengalami perubahan. Tapi setiap rider punya keinginan dan harapan masing-masing,” lanjutnya.

Ketegangan Memuncak di Pekan Balap

Ketegangan Memuncak di Pekan Balap

Puncak dari ketegangan hubungan Vinales-Forcada pun terjadi usai kesalahan strategi yang mereka lakukan di sesi latihan bebas ketiga (FP3) pada Sabtu (4/8), di mana Top Gun hanya mencatatkan waktu tercepat ke-11, yang berarti dirinya gagal lolos ke sesi kualifikasi kedua (Q2). Saat kembali ke garasi, Vinales secara sarkas bertepuk tangan atas kegagalan tersebut.

Vinales membantah dirinya bertepuk tangan secara sarkas untuk Forcada, namun secara tersirat tetap menyatakan bahwa strategi Forcada lah biang keladi dari kegagalannya. Vinales mengaku ingin menggunakan dua ban belakang lunak di akhir sesi, namun Forcada mengusulkan memakai satu saja.

Vinales menuruti saran Forcada, namun lap tercepatnya ternyata tak cukup kompetitif untuk masuk 10 besar. Menurut rider 23 tahun ini, tambahan satu ban lunak lagi bisa membuatnya lolos ke Q2. “Saya bertepuk tangan kepada diri saya sendiri karena saya tak mengikuti apa yang dikatakan kepala saya. Tak lebih dari itu,” ungkapnya.

Forcada Tetap Profesional

Forcada Tetap Profesional

Forcada pun mengaku akan tetap bersikap profesional dan membantu Vinales selama jasanya masih dibutuhkan. “Kami akan terus bekerja keras memberi Maverick motor sebaik mungkin sampai balapan terakhir saya bersamanya. Saya tak yakin itu kapan, tapi saya akan bekerja seperti biasa. Pada akhirnya, saya profesional. Saya akan menyerahkan semuanya padanya dan berusaha sebaik mungkin,” ungkapnya.

Ia juga mengaku bahwa kemungkinan besar ia akan tetap bekerja di Yamaha, namun ditransfer ke tim satelit baru Yamaha-SIC untuk membimbing Franco Morbidelli. “Belum ada finalisasi, tapi tampaknya saya akan lanjut dengan Yamaha di tim satelit. Tapi kami belum tahu kondisinya, begitu juga spek motor dan kontraknya,” pungkas Forcada

About asiagol

Check Also

Raheem Sterling bisa menjadi lebih baik

Inggris – Pep Guardiola mengatakan Raheem Sterling bisa menjadi lebih baik setelah penampilannya yang “luar ...